Segelas Susu
Posted on | By Florentino Aryo Widyantoro | In cerita inspirasi
Suatu hari, seorg anak lelaki miskin yg hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya. Dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi, anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar. Oleh karena itu, ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”
Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apa pu. Kami diajari untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan yang kita lakukan.”
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku, aku berterima kasih pada Anda.”
Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tersebut sudah mulai menua dan mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dokter Wahyu dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada matanya.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian dinas kedokteran ia menemui si wanita tersebut. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawanya. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh dari penyakitnya. Dokter Wahyu meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya. Dan untuk persetujuan, Dr. Wahyu melihatnya dan ia menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, kemudian mengirimkannya kekamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut. Ia sangat yakin bahwa tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya. Tetapi, ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi:
Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu...
Tertanda,
Dokter Wahyu Anugerah.
Dengan serta merta, wanita itu menitikkan air mata rasa haru.Wanita itu pun memeluk surat tagihan itu sambil memanjatkan rasa syukur.





Comments (0)
Post a Comment